LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM
I. PRAKTIKUM : I
II. TANGGAL PRAKTIKUM : 11 September 2008
III. JUDUL PRAKTIKUM
MIKROSKOP
IV. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mampu menera mikroskop dengan bermacam-macam kombinasi objektif.
2. Mampu melakukan pengukuran benda atau partikel berukuran kecil.
3. Untuk mengenal dan mengetahui cara menggunakan mikroskop.
V. LANDASAN TEORI
Mikroskop merupakan alat bamtu utama dalam melakukan pengamatan dan penelitian dalam bidang biologi, karena dapat digunakan untuk mempelajari struktur benda-benda yang kecil. Ada 2 macam mikroskop, yaitu mikroskop optic dan mikroskop electron. Mikroskop optic yang sering digunakan adalah mikroskop biologi dan mikroskop stereo.
Salah satu pengukur objek miskroskopis adalah micrometer. Ada 2 macam micrometer yaitu micrometer objektif dan micrometer okuler. Alat ini dapat berfungsi apabila dipakai bersama-sama dengan mikroskop.
Sedangkan mahasiswa sendiri tidak semua nya mengerti tentang permasalahan diatas. Makalah ini dibuat dengan tujuan agar mahasiswa mengetahui macam-macam mikroskop, bagaian-bagian mikroskop dan fungsinya sserta hal-hal lain yang berhubungan dengan mikroskop itu sendiri.
Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang.
Macam-macam Mikroskop
1. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya memiliki perbesaran maksimal 1000 kali. Mikroskop memeiliki kaki yang berat dan kokoh agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga dimensi lensa yaitu lensa objektif, lensa okuler dan lensa kondensor. Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop.Lensa okuler pada mikroskop bias membentuk bayangan tunggal (monokuler) atau ganda (binikuler). Paada ujung bawah mikroskop terdapat dudukan lensa obektif yang bias dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa mikroskop yang lain.
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih barasal dari sinar matahari yang dipantulkan oleh suatu cermin dataar ataupun cukung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin in akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop modern sudah dilengkapai lampu sebagai pengganti cahaya matahari.
Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan menentukan daya pisah specimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.Lensa okuler, merupakan lensa likrskop yang terdpat dibagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfugsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif. Perbesran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4-25 kali.Lensa kondensor berfungsi untukk mendukung terciptanya pencahayaan padda objek yang akan difokus, sehinga pengaturrnnya tepat akan diperoleh daya pisah maksimal, dua benda menjadi satu. Perbesaran akan kurang bermanfatjika daya pisah mikroskop kurang baik.
2. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relative besar. Mikroskop stereo memiliki perbesasran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hamper sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa objektif. Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah: (1) ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya ssehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati, (2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga objek yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasannya 3 kali, sehingga prbesaran objek total minimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lenda objektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengaturan focus objek terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengaturan perbesaran terletak diatas pengatur fokos.
3. Mikroskop Elektron
Adalah sebuah mikroskop yang mampu melakuakan peambesaran obyek sampai duajuta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro maknetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus dari pada mikroskop cahaya. Mikroskop electron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektro maknetikmyang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.
Macam –macam mikroskop elektron:
1) Mikroskop transmisi elektron (TEM)
2) Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)
3) Mikroskop pemindai elektron
4) Mikroskop pemindai lingkungan electron (ESEM)
5) Mikroskop refleksi elektron (REM)
4. Mikroskop Ultraviolet
Suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa adalah mikroskop ultraviolet. Karena cahaaya ultraviolet memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dari pada cahaya yang dapat dilihat, penggunaan cahaya ultra violet untuk pecahayaan dapat meningkatkan daya pisah menjadi 2 kali lipat daripada mikroskop biasa. Batas daya pisah lalu menjadium. Karena cahaya ultra violet tak dapat di;lihat oleh nata manusia, bayangan benda harus direkam pada piringan peka cahaya9photografi Plate). Mikroskop ini menggunakan lensa kuasa, dan mikroskop ini terlalu rumit serta mahal untuk dalam pekerjaan sehari-hari.
5. Mikroskop Pender (Flourenscence Microscope)
Mikroskop pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau Antigen (seperti bakteri, ricketsia, atau virus) dalam jaringan. Dalam teknk ini protein anttibodi yang khas mula-mula dipisahkan dari serum tempat terjadinya rangkaian atau dikonjungsi dengan pewarna pendar. Karena reaksi Antibodi-Antigen itu besifat khas, maka peristiwa pendar akanan terjadi apabila antigen yang dimaksut ada dan dilihat oleh antibody yang ditandai dengan pewarna pendar.
6. Mikroskop medan-gelap
Mikroskop medan gelapdigunakan untuk mengamati bakteri hidup khususnya bakteri yang begitu tipis yang hamper mendekai batas daya mikrskop majemuk. Mikroskop medan-Gelap berbeda dengan mikroskop cahaya majemuk biasa hanya dalam hal adanya kondensor khusus yang dapat membentuk kerucut hampa berkas cahaya yang dapat dilihat. Berkas cahaya dari kerucut hampa ini dipantulkan dengan sudut yang lebih kecil dari bagian atas gelas preparat.
7. Mikroskop Fase kontras
Cara ideal untuk mengamati benda hidup adalah dalam kadaan alamiahnya : tidak diberi warna dalam keadan hidup, namun pada galibnya fragma bend hidup yang mikroskopik (jaringan hewan atau bakteri) ttembus chaya sehingga pada masing-masing tincram tak akan teramati, kesulitan ini dapat diatasi dengan menggunakan mikroskop fasekontras. Prinsip alat ini sangat rumit.. apabila mikroskop biasa digunakan nuklus sel hidup yang tidak diwwarnai dan tidak dapat dilihat, walaupun begitu karena nucleus dalam sel, nucleus ini mengubah sedikit hubungan cahaya yang melalui meteri sekitar inti. Hubungan ini tidak dapaat ditangkap oleh mata manusia disebut fase. Namun suatu susunan filter dan diafragma pada mikroskop fase kontras akan mengubah perbedaan fase ini menjadi perbedaan dalam terang yaitu daerah-daerah terang dan bayangan yang dapat ditangkap oleh mata dngan demikian nucleus (dan unsur lain yang sejauh ini tak dapap dilihat menjadi dpat dilihat).Sifat bayangan pada mikroskop di tentukan pada 2 lensa, yaitu lensa objekif dan lensa okuler. Lensa objektif mempunyai sifat bayangan maya, terbalik dan diperkecil. Sedngkan lensa okuler mempunyai sifat bayangan nyata, tegak dan diperbesar.
Benda yang diamati diletakkan sedekat mungkin dengan titik fkus lensa objektif. Sedangkan mata kita tepat berada I lensa okuler.
Mata pengamat berda dibelakang lensa objektif yang kebetulan bayangan dari okule tepat di titik focus ensa okuler dinamakan pegamat secara rilks dan pengamatan dilakukan secara terakomendasi bila bayangan objektif berada diruang etama okuler.
Mikroskop yang terdiri dari lensa positif bayangan akhir barada jauh tak terhingga, yang memiliki sifat bayangan diperbesar, maya dan tegak.
Suatu objek yang diamati di bawah mikroskopdapat diabadikan dengan
kamera. Biaasanya mikroskop majemuk yang mempunyai dua lensa okuler
dilengkapiengan bagian lensa untuk kamera.
Teknologi hasil karya manusia setiap waktu selalu mengalami
perkembangan. Mikroskop sederhana dan beberapa mikroskop optik lainnya
hanya mampu memperbesar benda dari sekitar 100-1000 kali, sedangkan
teknologi mikroskop elektron dapat menghasilakn perbesaran hingga
1.000.000 kali.
Berdasarkan sistem pencahayaannya mikroskop dibagi menjadi dua yaitu mikroskop optikdan mikroskop bukan optik.
a. Mikroskop optik, yaitu mikroskop yang proses perbesaran benda
menggunakan cahaya biasa (cahaya tampak). Jenis- jenis mikroskop
optik antara lain mikroskop majemuk, mikroskop binokuler (dua lensa
okuler), mikroskop binokuler stereoskopi yang menghasilkan gambar 3
dimensi, dan mikroskop ultraviolet.
b. Mikroskop bukan optik, yaitu mikroskop yang memperbesar benda dengan
bantuan radiasi panjang gelombang sinar pendek. Contohnya mikroskop
sinar- X, mikroskop ion, dan mikroskop elektron. Dari ketiga jenis
mikroskop bukan optik, mikroskop elektron paling banyak digunakan.
Melalui mikroskop elektrondapat dipelajari pola- pola sel hewan,
tumbuhan, dan bakteri. Mikroskop elektron juga digunakan dalam
menganalisishasil industri dan pengontrol hasil produks.Pembesaran linier (kedua lensa dianggap sebagai lensa gabungan):
M = | s' ok / s ok | | s' ob / s ob |
d = s ok + s' ob
Pembesaran sudut (lensa okuler dianggap sebagai lup):g Mikr
M ob [pp/fok]
(tidak berakomodasi)
M ob [pp/fok+ 1] + 1
(berakomodasi maksimum)
Catatan:
Untuk semua jenis perbesaran apabila tidak diberi keterangan, maka perbesarannya untuk mata tak berakomodasi.
Penyelesaian soal-soal mikroskop prinsipnya sama dengan lensa atau cermin gabungan, hanya jarak bayangan terhadap lensa okuler selalu negatif (s' ok = -), berarti bayangan bersifat maya, terbalik dan diperbesar.
VI. ALAT DAN BAHAN
1. Mikroskop yang dilengkapi dengan tiga ukuran lensa objektif, okulerr dan cakram mikroskop
Fungsi : Sebagai alat untuk melihat benda
2. Kaca objektif
Fungsi : Sebagai tempat meletakkan prepat
3. Kaca Preparat
Fungsi : Sebagai alat untuk menutup benda atau partikel agar tidak bias
4. Preparat
Fungsi : objek benda yang akan diamati.
VII. CARA KERJA
1. Persiapan
a. Pilih tempat bekerjayang tenang dan situasi bekerja yang bersih.
b. Bersihkan kaca lensa mikroskop dengan kain yang lembut, sehingga tidak menimbulkan goresan pada lensa.
c. Siapkan preparat yang diamati.
2. Pelaksanaan
a. Atur penerangan.
b. Gunakan objek perbesaran 10x.
c. Putar pengatur kasar sehingga objektib bergerak keatas.
d. Putar cermin sedemikian rupa sehingga bidang penglihatan nampak seterang-terangnya.
e. Atur diafragma.
f. Pasang preparat, letakan tepat diatas lubang meja.
g. Jepit dengan penjepit preparat.
h. Lihat preparat dengan kaca okuler.
i. Turunkan objek serendah mungkin, tetapi hati-hati jangan sampai objeknya berhimpit dengan kaca preparat yang akibatnya akan merusak preparat dan pecah.
j. Pasang mata kiri pada okuler dan mata kanan dibuka. Jangan biasakan memejamkanatau menutup satu mata, karena hal ini akan menimbulkan silindrs matamu.
k. Diputar pengatur kasar, sehingga objektif bergerak keatas, sambil diamati sampai nampak gambarnya.
l. Ganti objek perbesaran 10x dengan objektif perbesaran yang lebih besar lagi. Perbesaran bayangan dapat dihitung dengan mengalihkan perbesaran okulernya.
m. Perjelasan gambar dengan memutar pengatur halus. Gambarlah hasil pengamatanmu.
3. Pengakhiran
a. Ambil preparat dari mikroskop.
b. Bersikan semua alat dan mikroskop. Terutama lensa mikroskop agar terhidar dari kerusakan lensa yang disebabkan oleh jamur.
c. Simpan mikroskop ketempat semula.
VIII. HASIL PENGAMATAN
OB OK XA XB X P’ TA TB T.real
3,2x
3,2x
10x
10x
40x
40x 10x
10x
10x
10x
10x
10x 86,8
86,6
88
88
88
88 90,0
90,5
89,5
89,5
88,4
88,2 3,2
3,9
1,5
1,5
0,4
0,2 102,4
124,8
150
150
160
80 86,8
86,6
88
88
88
88 86,6
86,5
87,7
87,8
87,8
87,8 0,2
0,1
0,3
0,2
0,2
0,2
1. Untuk OK = 10x , OB= 3,2x
a. XA
NO XA XA -
1
2 86,8
86,6 0,1
0,1
173,4 0,2
= = = 86,7
= = = 0,1
Nilai Terbaik = = 86,7 0,1
Kesalahan absolute = = 0,1
Kesalahan relative = x 100%= x100%= 0,11 %
b. XB
NO XB XB -
1
2 90
90,5 0,25
0,25
180,5 0,50
= = = 90,25
= = = 0,25
Nilai terbaik = = 90,25 0,25
Kesalahan Absolut = = 0,25
Kesalahan Relatif = x 100% = x100% = 0,27 %
c. TA
NO TA TA -
1
2 86,8
86,6 0,1
0,1
173,4 0,2
= = = 86,7
= = = 0,1
Nilai Terbaik = = 86,7 0,1
Kesalahan Absolut = = 0,1
Kesalahan Relatif = x 100% = x 100% = 0,11 %
d. TB
NO TB TB-
1
2 86,6
86,5 0,05
0,05
173,1 0.1
= = = 86,55
= = = 0,05
Nilai Terbaik = = 86,55 0,05
Kesalahan Absolut = = 0,05
Kesalahan Relatif = x 100% = x 100% = 0,05%
e. T.real
NO TR TR-
1
2 0,2
0,1 0,05
0,05
0,3 0,1
= = = 0,15
= = = 0,05
Nilai Terbaik = = 0,15 0,05
Kesalahan Absolut = = 0,05
Kesalahan Relatif = x 100% = x 100% = 33,33%
2.Untuk OK = 10x, OB= 10x
a.XA
NO XA XA -
1
2 88
88 0
0
176 0
= = = 88
= = = 0
Nilai Terbaik = = 88 0
Kesalahan absolute = = 0
Kesalahan relative = x 100%= x100%= 0 %
b. XB
NO XB XB -
1
2 89,5
89,5 0
0
179 0
= = = 89,5
= = = 0
Nilai terbaik = = 89,5 0
Kesalahan Absolut = = 0
Kesalahan Relatif = x 100% = x100% = 0 %
c. TA
NO TA TA -
1
2 88
88 0
0
176 0
= = = 88
= = = 0
Nilai Terbaik = = 88 0
Kesalahan Absolut = = 0
Kesalahan Relatif = x 100% = x 100% = 0 %
d. TB
NO TB TB-
1
2 87,7
87,8 0,05
0,05
175,5 0,1
= = = 87,75
= = = 0,05
Nilai Terbaik = = 87,75 0,05
Kesalahan Absolut = = 0,05
Kesalahan Relatif = x 100% = x 100% = 0,056%
e. T.real
NO TR TR-
1
2 0,3
0,2 0,05
0,05
0,5 0,1
= = = 0,25
= = = 0,05
Nilai Terbaik = = 0,25 0,05
Kesalahan Absolut = = 0,05
Kesalahan Relatif = x 100% = x 100% = 20%
3. Untuk OK= 10x , OB = 40x
a.XA
NO XA XA -
1
2 88
88 0
0
176 0
= = = 88
= = = 0
Nilai Terbaik = = 88 0
Kesalahan absolute = = 0
Kesalahan relative = x 100%= x100%= 0 %
b. XB
NO XB XB -
1
2 88,4
88,2 0,1
0,1
176,6 0,2
= = = 88,3
= = = 0,1
Nilai terbaik = = 88,3 0,1
Kesalahan Absolut = = 0,1
Kesalahan Relatif = x 100% = x100% = 0,11 %
c. TA
NO TA TA -
1
2 88
88 0
0
176 0
= = = 88
= = = 0
Nilai Terbaik = = 88 0
Kesalahan Absolut = = 0
Kesalahan Relatif = x 100% = x100%= 0 %
d. TB
NO TB TB-
1
2 87,8
87,8 0
0
175,6 0
= = = 87,8
= = = 0
Nilai Terbaik = = 87,8 0
Kesalahan Absolut = = 0
Kesalahan Relatif = x 100% = x 100% = 0%
e. T.real
NO TR TR-
1
2 0,2
0,2 0
0
0,4 0
= = = 0,2
= = = 0
Nilai Terbaik = = 0,2 0
Kesalahan Absolut = = 0
Kesalahan Relatif = x 100% = x 100% = 0%
IX. PEMBAHASAN
Mikroskop adalah suatu alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang memiliki ukuran yang sangat kecil. Dalam pembagiannya banyak terdapat berbagai jenis dari mikroskop electron yang memiliki pembesaran puluhan ribu kalidan banyak terdapat dilaboraturium terkenal didunia.
Penggunaan mikroskop harus secara teliti karena dapat mengakibatkan kesalahan penghitungan. Selain itu, dapat percobaan factor kondisi alat yang digunakan juga sangat berperan penting dalm melakukan percobaan.
Percobaan yang dilakukan ini menggunakan rambut sebagai perparat dan kombinasi lensa yang digunakan adalah 3,2x ;40x serta dilakukan sebanyak 2x. Percobaan yang pertama menggunakan lensa 3,2x dengan menggeser revolver. Setelah rambut diletakkan harus dilihat bayangannya dan diukur skalanya setelah rambut tersebut digeser kekiri dan menyentuh pinggir focus cahaya.
Kekudian preparat digeser hingga tidak terlihat lagi, unutk mendapatkan hasil berbeda dalam pengukuran kedua maka harus digunakan skala vertical.
Begitu juga seterusnya untuk pembesaran 10x dan 40x dilakukan hal yang sama. Tetapi pada saat preparat di teteskan air kadang-kadang objek susah untuk terlalu jauh, sehingga untuk mencari focus dari objek agak sulit dilakukan.
X. KESIMPULAN
1. Mikroskop merupakan alat optic yang digunakan untuk melihat benda-benda yang memiliki ukuran yang sangat kecil.
2. Lensa yang digunakan dekat dengan mata pengamat disebut lensa okuler yang dekat dengan preparat disebut lensa objektif.
3. Lensa okuler berfungsi untuk memperbesar bayangan preparat dan lensa objektif berfungsi untuk membatasi ukuran bayangtan untuk menentukan kualitas bayangan.
4. Jarak focus lensa objektif dan okuler sangat berbeda.
5. Lensa mikroskop ada dua jenis yakni objektif dan okuler
6. Peembesaran linier adalah perbandingan antara tinggi bayangan benda akhir dan yinggi bayangan benda sebelumnya.
XI. SUMBER KESALAHAN
1. Kesalahan dalam menentukan bayangan dari benda.
2. Kesalahan dalam pembacaan skala pengukuran yang dihasilkan.
3. Alat yang digunakan tidak berada pada kondisi yang layak pakai.
4. Kesalah pada perhitungan.
5. Kesalahan dalam meletakkan objek.
6. Kesalahan pada saat menggeser objek yang akan diamati.
XII. DAFTAR PUSTAKA
Petunjuk praktikum Biologi Umum 2007. Laboratorium biologi Universitas
Sriwijaya Indralaya.
Volk, Wheeler, 1988, mikrobiologidasar, Jakarta. Erlangga
Mikroskop 27/09/2007.
Natsir, Mochamad,M.Sc1993.Penuntun Praktikum Biologi Umum. Fakultas Biologi
UGM : Yogyakarta.
GAMBAR MIKROSKOP
I. PRAKTIKUM KE : II
II. TANGGAL PRAKTIKUM : 18 OKTOBER 2008
III. JUDUL PRAKTIKUM
Mengenal Sel Tumbuhan dan Sel Hewan
IV. TUJUAN PRAKTIKUM
Untuk melihat dan Mengetahui perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan
V. ALAT DAN BAHAN :
ALAT :
Mikroskop
Kaca objek dan kaca penutup
Jarum besar bertangkai
Pinset anatomi yang runcing
Lampu bunsen
BAHAN :
Bulu/ rambut tangkai benang sari Rhoeo discolor ( tanaman jadam
Epitel mukosa mulut
Gabus
Metilen blue
Tusuk gigi
Kapas dan Tisu.
VI. LANDASAN TEORI :
Sel merupakan unit terkecil penyusun tubuh makhluk hidup.Salah satu ciri yang menbedakan antara sel hewan tumbuhan dapat dilihat secara struktur yaitu melalui pengamatan secara mikroskopis.
Umunya kedua macam sel tersebut berukuran : 30 mikron sampai 50 mikron. Dalam sayatan segar tersebut sangat transparan. Biasanya yang dapat dilihat dengan jelas adalah dinding sel, sitroplasma, inti/ nukleus dan seiring juga terlihat vakuola dan butir-butir anak inti / nukleous.
Untuk dapat mengamati struktur sel yang lebih jelas maka sel tersebut harus difikasi dan diberi pewarnaan terlebih dahulu. Fiksasi di sini bertujuan untuk mematikan sel secara cepat shingga strukturnya sedapat mungkin tidak berubah. Sedangkan pewarnaan bertujuan agar sel dapat dibedakan dengan jelas strukturnya.
Pada mahluk hidup bersel tunggal segala fungsi kehidupan harus dilakukan oleh sel itu sendiri, misalnya pertukaran zat dan energi dengan ketenangan terhadap berbagai rangasangan dari lingkungan, tumbuh dan berkembang biak. Pada mahluk hidup berselnanyak, berbagi fungsi kehidupan itu dilakukan oleh kelompok-kelompok sel yang berbeda, walaupun masih ada fungsi-fungsi kehidupan yang dilakukan oleh semua sel, misalnya respirasi. Karena itu agar fungsi-fungsi kehidupan berjalan baik, maka masing-masing kelompok sel akan saling bekerja sama.
Meskipun antara sel hewan dan sel tumbuhan berbeda sifat, terdapat persamaan-persamaan dasar tertentu mengenai sifat, bentuk, dan fungsi dari bagian-bagian selnya.
a. Membran Plasma.
Salah satu ciri sel yang umum adalah adanya membran (selaput) pembatas di sebelah luarnya. Membran sel ini sedemikian tipis (rata-rata tebalnya 10 m) sehingga banyak dilihat dengan pembesaran yang kuat. Pada makhluk hidup bersel banyak, menbran sel merupakan batas antara sel yang yang satu dengan yang lain.
Membran sel berfungsi sebagai pembatas yang selektif, yang mengatur keluar masuknya substansi, mengandung reseptor-reseptor untuk hormone, mengenal molekul-molekul dilingkungan sel dan berinteraksi spesifik dan sel-sel lain. Pada sel-sel tumbuhan disebelah luar membrane ini masih terdapat lagi lapisan pelindung yang disebut dinding seldan merupakan bagain yang mati dari sel.
Pemeriksaan yang sangat teliti menunjukan bahwa membrane plasma sebenarnya terdiri atas 3 lapisan yaitu yang tampak sebagai dua garis gelap dan dipisahkan oleh lapisan yang jernih. Analisis kimiawi menunjukan bahwa membrane sel mengandung 50 % lipid dan 50 % protein Lipidt terutama terdiri dari fofolipid dan kolesterol. Fosfolipid merupakan molekul-molekul amififik artinya setiapmolekul mengandung bagian hidrofobik (takut air) dan bagian hidrofilik (Cinta air ). Dengan dua sifat ini maka molekul-molekul tersebut dapat menata diri bila dalam satu arah terkena air. Protein membrane lebih mudah dipisahkan dari lipid membrane. Beberapa protein yang berkaitan dengan gula dan polisakarida. Rantai pendek terikat secara konvalen, misalnya gikoporotein, yang cenderung terdapat di permukaan luar. Namun demikian protein-protein tertentu dapat menembus ke dalam.
b. Sitoplasma
Sitoplasma merupakan substansi semi cair (sitosil), yang didalamnya terdapat bahan-bahan terlarut dan organel-organel dari sel, Bahan-bahan terlarut didalam sitoplasma adalah berbagi enzim, garam, karbohidrat, lipid dan protein. Organel-organel yang terdapat didalam sitoplasma adalah mitokondria, retikulum endoplasma, aparatgologi, lisosom, plastida, sentoson, riboson, vakuola, dan inti sel.
Mitokondria
Mitokondria merupakan benda-benda bulat tau berbentuk tongkat yang ukuranya berkisar antara 0,2 jam sampai 5 jam. Jumlahnya dalam sel beragamtetapi sel-sel aktif (seperti misalnya sela hati ) dapat mengandung lebih dari seribu banyaknya. Motokondria. Berperan dalam oksidase makanan dan mensintesis ATP karena mengandung enzim-enzim.
Retikulum Endolpalma
Retikulum Endoplasma merupakan organel yang berisi tas lembaran- lembaran yang berpasangan dengan struktur yang sama dengan membran plasma. Retikulum endoplasma yang penuh dengan ribosom. Disebut retikulum endoplasma kasar dan berfungsi dalam sintesis protein. Retikulum endoplasma halus dan berfungsi untuk mensintesis molekul-molekul lemak, fosfolipid dan steroid atau mungkin merupakan sumber membraneyang menyusun aparat Golgi.
Aparat Golgi
Aparat golgi merupakan struktur membran halus yang berlapis- lapis, sangat penting dalam sel-sel yang secara aktif terlibat dalam fungsi sekresi. Aparat gologi dijumpai pada hampir semua sel hewan dan sel tumbuhan.
Lisosom
Lisosom merupakan struktur bulat yang dibatasi oleh membran tunggal, dengan diameter sekitar 1,5 pm dan penuh berupa enim yang dihasilkan oleh aparat Golgi. Bila sel luka atau mati lisosom membantu dalam menghancurkannya. Lisosom ditemukan pada semua sel hewan.
Plastida
Plastida merupakan organel yang terdapat sel-sel tumbuhan, berbentuk bulat dan umumnya mengandung zat warna (pigmen).
Sentrosom
Sentrosom merupakan organel berbentuk membulat struktur terkecil didalam sitoplasma dan merupakan tempat berlangsungnya sintesis protein.
Vakuola
Vakuola merupakan organel sitoplasma yang berisi cairan, dan dibatasi oleh suatu membran yang sama dengan membran plasma. Vakuola digunakan untuk menyimpan sementara bahan makanan terlarut dan sisa-sisa metabolisme.
Inti Sel
Inti dibatasi oleh sepasang menbran, yang mengandung pori, dan di dalamnya berisi membawa sifat yang diwariskan disebut kromosom. Secara kimiawi kromosonmengandung DNA dan protein. Inti merupakan pusat pengendali dalam sel. Jika inti dalam sel telur dirusak, maka telur tidak dapat melanjutkan perkembangannya untuk menghasilkan individu barau.
Sitoplasma juga mengandung serabut-serabut dari benangprotein halus ( mikrofilamen) dan barang protein yang kasar, berbentuk tubuler (mikrotubul) yang berfungsi sebagai kerangka untuk memperkuat sitoplasma, yang disebut sitoskeleton. Adanya serabut-serabut ini sangat penting bagi sel-sel hewan karena tidak memilii dinding sel.
VII. CARA KERJA
Kegiatan 1 : Preparat Segar sel tumbuhan
a. Cabutlah beberapa helai rambut pada tangkai bung Rhooe discolor dengan pinset.
b. Letakkan bahan tersebut pada kaca objek yang telah ditetesi air ledeng. Ushakan rambut-rambut tersebut jangan sampai bergumpal. Kemudian tutup dengan kaca penutup. Usahakan jangan sampai ada glembungan udara. Ctatan : Cra menutup kaca penutup pada kaca objek adalah sebagai berikut : Mula-mula kaca penutup diletakan miring pada salah satu ujung kaca objek yang ditahan oleh jarum bertangkai. Kemudian jarum perlahan ditarik sambil diturunkan sdehingga kaca penutup turun sampai akhirnya menempel seluruhnya diatas kaca objek. Cra ini untuk menghindari terjadinya gelembung udarapada objek maupun sekitarnya yang akan diamati.
c. Amati objek tersebut di bawah mikroskop dengan perbesaran 10 x, kemudian 40x. Kenalilah bagain-bagiannya seperti dinding sel, sitoplasma, nucleus dan vakuola. GMBARKAN :Sel Rambut Rhooe discolor
Kegiatan 2 : Preparat Segar Sel hewan
a. Sediakan kaca objek yang bersih
b. Koreklah bagian dalam dari pipi anda dengan tusuk gigi yang bersih.
c. Sentuhkan sedikit material di ujung tusuk gigi titu pada kaca objek lalu beri setetes metilen blue, kemudian tutup pakai kaca penutup yang bersih. Laludifikasi.
d. Amatilah objek dibawah mikroskop dan mulailah pada perbesaran yang terkecil sampai yang terbesar.
e. Kenalilah bagian-bagiannya seperti dindingnnya seperti dinding sel, nucleus, sitoplasmadan vakuola. Carilah bagian yang transparan pada gambar, itulah sel mukosa mulutnya. Sedangkan di tengah bagian yang transparan (bagian isi sel) yang peka terhadap metilen blue adalah nukleusnya.
GAMBARKAN ; Sel mukosa mulut dan beri keterangan nama bagian- bagiannya.
VIII. HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambar Sel rambut Rhooe Dicolor:
Gambar Sel Hewan
IX. PEMBAHASAN :
Dari percobaan yang telah kami lakukan, dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan antara sel tumbuhan. Dilihat dari bentuk sel, tumbuhan memiliki bentuk sel yang beraturan dan kaku, sedangkan pada sel hewan bentuk selnya tidak beraturan dan elastis (fleksibel). Dari hasil pengamatan juga didapatkan bahwa sel tumbuhan memiliki dinding sel dan stomata. Tidak hanya itu, masih terdapat beberapa perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan, ditinjau dari ada tidaknya, plastidadan lisosom.
Dalam percobaan ini kami menganati beberapa sel tumbuhan yang kami amati adalah sel pada bawang merah (Allium Cepa), daun jadam (Rhodeo discolar), dan gabus Untuk sel hewan, kami hanya mengamati epitel mukosa mulut.
Pada sel tumbuhan yang kami amati, terdapat perbedaan bentuk antara sel tumbuhan yang telah kami amati, yaitu sel pada bawang merah dan daun jadam berbentuk segi enam. Ini menunjukan bahwa sel memiliki bentuk yang bermacam-macam. Terdapat hal yang menarik dari sel gabus, sel gabus memiliki ruang kosong. Hal ini dikarenakan sel gabus telah mati.
Dari pengamatan yang kami lakukan, terlihat bahwa sel terdiri atas membran plasma, sitoplasma, nukleus, organel-organel lain mempunyai fungsi khusus dan secarabersama menyusun sistem yang kompak.
Pertanyaan :
1. Apakah perbedaan sel hewan dengan sel tumbuhan
Jawab :
Perbedaan Sel hewan dengan sel tumbuhan
Sel hewan Sel Tumbuhan
Tidak memiliki dinding sel
Tidak memiliki butir plastida
Jumlah mitokodrianya banyak
Mempunyai lisosom
Bentuk selnya tidak tetap
Sentrosomnya sangat banyak
Vkuola banyak tetapi kecil-kecil
Memiliki Dinding Sel
Memiliki Butir Plastida
Jumlah Mito mitokodrianya sedikit
Tidak memiliki lisosom
Bentuk selnya tetap
Sentrosomnya tidak tampak
Vakuola sedikit tapi besar-besar
2. Apa yang dapat dilihat dengan jelas dari suatu sel ?
Jawab :
Dinding sel, (nukleus), dan sitoplasma
3. Apa sebabnya untuk menutup kaca penutup diperlukan jarum bertangkai ?
Jawab :
Untuk menghindari terjadinya gelembung udara pada objek yang akankita amati.
X. KESIMPULAN :
Sel tumbuhan memiliki bentuk sel yang beraturan karena memiliki dinding sel.
Pada sel hewan, bentuk selnya tidak beraturan.
Yang membedakan antara sel hewan dan sel tumbuhan adalah pada dinding sel, plastisida lisosom.
XI. DAFTAR PUSTAKA
Bakar, Masribut. 2007. Panduan Pratikum Biologi Umum. Indralaya : FKIP UNSRI
Hal (1-7)
Kimball, John W. 1994. Biologi Umum. Jakarta : Erlangga
I. PRAKTIKUM KE : III
II. TANGGAL PRAKTIKUM : 25 OKTOBER 2008
III. JUDUL PERCOBAAN
Mengenal Jaringan Tumbuhan
IV. TUJUAN PERCOBAAN
Untuk mengetahui berbagai bentuk dan rupa dari Berbagai jaringan tumbuhan.
V. ALAT DAN BAHAN :
a. Jaringan tumbuhan
Alat :
Mikroskop
Kaca objektif dan kaca penutup
Silet tajam
Pipet
Pinset
- Bahan
Batang bunga matahari (Helianthus annus atau Helianthus angustifolius)
Umur + 1 bulan.
Batang jagung (Zea mays)
Batang bunga mawar (Rosa sinensis/R. Hibrida)
Daun Rhoeo discolor
Daun Ficus sp. (tumbuhan karet atau beringin)
Akar kecambah kacang merah (Phaseolus vulgaris)
Anilin sulfat
Gabus
Kapas dan Tisu.
b. Jaringan hewan
Mikroskop
Kaca objektif dan kaca penutup
Preparat awetan otot polos
Preparat awetan otot jantung
preparet awetan jaringan syaraf.
VI. LANDASAN TEORI
JARINGAN TUMBUHAN
Jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Untuk melakukan proses-proses hidup pada tumbuhan terdapat bermacam-macam sel yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu. Beberapa sel tumbuhan adalah sebagai berikut :
Sel parenkim : sel berdinding tipis, membentuk jaringan parenkim yang merupakan
Sel Kolenkim : sel berdinding tebal dan terdapat penebalan pada sudut-sudutnya, membentuk jaringan kolonkim umumnya didaerah kortek.
Sel Epidermis : sel dengan dinding tebal (penebalan primer), membentuk jaringan epidermis yang merupakan jaringan pelindung. Beberapa sel epidermis dapat bermodifikasi menjadi stomata, rambut dan kelenjar.
Sel Sklerenkim : sel yang mempunyai penebalan sekunder. Membentuk jaringan macam, yaitu sklereida dan serabut sklerenkim.
Trakeid : Selnya berujung meruncing dan ada penebalan dindin. Merupakan bagian dari Xylem(ikatan pembuluh) pada tumbuhan kayu.
Trakea : selnya mengalami penebalan dinding dan berderet memanjang sejajar sumbu tumbuh Dinding ujung masing-masing sel berlubang sehingga merupakan suatu saluran.
Pembuluh Tapis : terdiri atas suatu deretan memanjang dari sel-sel yang memiliki dinding ujung yang berpori halus.
Trakeid dan trakea merupakan bagian dari xylem (kayu). Sedangkan pembuluh tapis Trakeid dan trakea merupakan bagian dari floem (kulit kayu). Xylem dan floem membentuk ikatan pembuluh. Macam-macam sel tersebut terorganisasi dalam organ tumbuhan dalam pola tertentu. Sel tumbuhan yang mempunyai jaringan pembuluh dapat dibagi menjadi organ sebagai berikut :
1. AKAR
Fungsi akar adalah untuk menghisap air dengan garam-garam terlarut dari tanah, untuk itu pada akar terdapat :
Rambut Akar : terdapat pada akarmuda yang erfungsi untuk menghisap air.
Lapisan terdalam dari korteks ( kulit) ialah endodermis yaitu selapis sel-sel berfungsi untuk mengatur masuknya air ke dalam jaringan pembuluh. Untuk xylem mengalami pergantian.
2. BATANG
Pada batang, jaringan pembuluh teratur dalam bekas pembuluh, dimana masing-masing berkas terdiri dari berkas xylem (di dalam) dan berkas floem (di luar).
Di lihat dari penampang melintang, berkas pembuluh pada dikotil tersusun dalam antara xylem dan floem pada dikotil dan akan membntuk jaringan pembuluh baru, tidak saja di dalam ikatan pembuluh, tetapi di luarnya.
Pada tumbuhan berpembuluh dapat di bedakan beberapa macam batang yaitu, :
a. Batangsetengah berkayu
Pada batang ini terdapat pertumbuhan sekunder terus menerus ( terjadi penambahan tebala diameter batang)
b. Batang setengah berkayu
Pertumbuhan sekunder terbatas, biasanya umur tanaman setahun atau kurang annual. Ikatan pembuluh yang terdiri dari xylem, cambuim dan floem tersusun melingkar dalam sayatan melintang karena adanya bagian-bagian yang gelap dan terang karena adanya bagian-bagian yang gelap dan terang
c. Batang yang tidak mengalami pertumbuhan sekunder
Misalnya pada monokotil yang tidak mempunyai kambium dan letak ikatan pembuluhnya menyebar.
3. DAUN
Sebagaiman orang lainnya, terdiri dari sel-sel yang telah menyesuaikan diri untuk bermacam-macam peranan.
Pada umumnya daun berbentuk lebar sesuai dengan utamanya yaitu fotosintesis , makin luas permukaanya, makin efisien untuk fotositesis.
Untuk mengurangi penguapan, epidermis dilapisi kutikula atau lilin, sedangkan stomata (bentuk dari stoma = mulut daun) berfungsi dalam mengatur penguapan serta pertukaran gas.
VII. CARA KERJA
• Jaringan tumbuhan
Kegiatan 1 : Mendeteksi ikatan pembuluh batang dikotil, monokotil, berkayu dan akar.
1. Buatlah sayatan melintang dari batang matahari, batang muda jagung, batang bunga mawar serta akar kecambah kacang merah.
Catatan ; Sayatan yang baik apabila kita bisa menyayat setipis mungkin dengan menggunakan silet yang tajam. Cranya sayatan silet diarahkan ke tubuh kita. Kalau sayatan kita sangat tipis dan baik ini bisa kita dapatkan gambar di bawah mikroskop satu lapis sel.
2. Letakkan sayatan tersebut di kaca objek yang telah ditetesi anilin sulfat. Kemudian tutup dengan kaca penutup. Bagian yang mengandung ligin (zat kayu) akan berwarna kuning oleh anilin sulfat.
3. Amatilah di bawah mikroskop dengan perbesaran objektif 10 x, kemudian 40 x.
4. Perhatikan perbedaan antara keempat sayatan tersebut dan kenalilah ikatan pembuluh dan jaringan-jaringan lainnya.
GAMBARKAN :
1. Diagram pembuluh pada batang muda bunga matahari (Helianthus annus atau H. angustifolius)
2. Diagram pembuluh pada batang tua bunga mawar (Rosa sinentensis atau R hibrida)
3. Diagram pembuluh pada batang monokotil jagung ( Zea mays)
4. Diagram pembuluh pada akar kecam bah kacang merah ( Phaseolus Vulgaris)
Kegiatan 2 : Mempelajari jaringan
a. Diwakili oleh batang Helianthus annus
1. Amati jaringan–jaringan yang terdapat pada sayatan melintang Helianthus annus dibawah mikroskop dengan perbesaran objektif 40 x.
2. Perhatikan susunan ikatan pembuluhnya.
Jika ingin melihat keseluruhan jaringan tersebut, gerakkanlah preparat perlahan-lahan agar semua gambar dapat kamu amati di bawah mikroskop. Usahakanlah melihat preparat dari bagian tepi (epidermis) sampai ke tengah.
GAMBARKAN : Satu sektor ikatan pembuluh dari batang Helianthus annus atau H. angustifolius. Dan tunjukkan pada gambarmu, mana yang dimaksud xylem, floem, cambium, korteks, kolenkim, sklerenkim, epidermis dan empulur.
b. Mempelajari jaringan pada penampang melintang daun ficus
1. Selipkan sepotong daun ficus diantara gabus yang telah dibelah ujungnya.
2. Buatlah irisan melintang setipis mungkin dari daun tersebut bersama gabus.
3. Letakkan irisan tersebut di atas kaca objek yang bersih dan sudah ditetesi anilin sulfat. Tetapi harus diingat jangan sampai meletakkan preparat itu terbalik. Posisi bagian atas dan bagian bawah daun (permukaan atas bawah ) tetap berada pada posisi kiri dan kanan, bekas sayatan menghadap ke atas. Kemudian ditutup dengan kaca penutup. Usahakan jangan sampai ada gelembung udara.
4. Amatilah di bawah mikroskop biologi dengan perbesaran objektif 10 x, kemudian 40 x, perhatikan bagian-bagianya seperti epidermis, palisade, spon, stoma, dan ikatan pembuluh pada pembuluh. Ikatan pembuluh dilihat dari ibu tulang daun. Ikatan pembuluh pada penampang melintang daun sebenarnya adalah ibu tulang daun. Ikatan pembuluh pada penampang melintang daun sebenarnya adalah ibu tulang daun.
GAMBARKAN : Penampang melintang daun Ficus. Tunjukkan epidermis bawah, jaringan tiang/palisade, jaringan spon atau bunga karang, ikatan pembuluh (xylem dan floem), stomata.
c. Mempelajari jaringan pada Hipodermis Rhoeo discolor
1. Buatlah sayatan membujur permukaan bawah (paradermal) daun Rhoeo discolor (hypodermis, permukaan bawah yang berwarna violet/ungu).
2. Ushakan yang disayat itu setipis mungkin karena kita menginginkan untuk mengamati satu lapis sel.
3. Letakkan irisan tersebut diatas kaca objek yang sudah bersih dan telah ditetesi anilin sulfat atau air ledeng/aqudest. Kemudian tutup pakai kaca penutup.
4. Amatilah di bawah mikroskop dengan perbesaran objektif 10 x, kemudian 40 x,
GAMBARKAN : Permukaan epidermis bawah Rhoeo discolor serta tunjukkan pada gambar mana yang disebut sel epidermis, stomata, sel penutup, sel tetangga, celah.
VIII. HASIL PENGAMATAN
Jaringan Tumbuhan
• Batang Bunga Matahari
• Batang Jagung
• Daun Ficus
IX. PEMBAHASAN :
Jaringan Tumbuhan
Organ –organ pada tumbuhan terdiri dari akar, batang, dan daun. Organ-organ ini disusun oleh berbagai jaringan seperti jaringan epidermis, jaringan meristem, parenkim, kolenkim, sklenkim dan jaringan pengangkutan berupa xylem dan floem. Jaringan epidermis terdapat pada akar muda, daun dan buah yang struktur dan fungsinya berbeda. Parenkim adalah jaringan dasar yang berfungsi untuk memperkuat kedudukan jaringan-jaringan lainnya. Sedangkan jaringan meristem adalah sekumpulan sel yang dapat membelah yang dapat terus membelah dan terdapat pada ujung akar, ujung batang, dan kambium. Xylem dan floem disebut jaringan pengangkutan yang terdapat pada berkas ikatan pembuluh bentuknya khas, bagaian yang menghadap kedalam disebut xylem. Pada tumbuhan dikotil, diantara xylem dan floem terdapat kambium.
Pertanyaan :
Pertanyaan jaringan tumbuhan
1. Apa perbedaan batang dikotil dan monokotil dilihat dari ikatan pembuluhnya ?
Jawab :
Batang dikotil : Ikatan pembuluh pada dikotil letaknya teratur, bersama-sama dengan empular membentuk silinder yang disebut silinder pusat.
Batang monokotil : Letak ikatan pembuluhnya tersebar sehingga tidak kelihatan adanya korteks dan silinder pusat.
2. Apa yang menyebabkan terjadinya lingkaran tahun ?
Jawab :
Lingkaran tahun terjadi karena pertumbuhan xylem terus menerus, tetapi karena adanya perbedaan musim setiap tahun, maka terjadi pertumbuhan yang kecepatan dan ukuran sel-selnya berbeda.
3. Apa perbedaan antara akar dan batang pada penampang melintangnya ?
Jawab :
- Pada dikotil jaringan sel tersusun seperti jaringan primer dikotil. Sedangkan pada monokotil sama seperti pada akar dikotil muda, yaitu epidermis, korteks dan slinder pusat.
X. KESIMPULAN
Jaringan adalah kumpulan dari sel-sel yang mempunyai fungsi dan struktur yang sama.
Setiap jaringan mempunyai karakteristik yang berbeda.
Organ-organ pada tumbuhan seperti akar, batang, daun disusun oleh berbagai jaringan seperti jaringan epidermis, meristem, kolonkim, parenkim dan lain sebagainya.
Pada pertumbuhan dikotil diantara xylem dan flora terdapat kambium.
Pertumbuhan kambium akan membentuk xylem sekunder dan floem sekunder.
XI. DAFTAR PUSTAKA
Anik, ANIVAN. Ringkasan Biologi. Bandung: Ganeca Exact
Bakar, Masribut. 2007. Panduan Pratikum Biologi Umum. Indralaya : FKIP UNSRI.
Hal (1-7)
\
I. PRAKTIKUM KE : IV
II. TANGGAL PRAKTIKUM : 25 OKTOBER 2008
III. JUDUL PERCOBAAN
Mengenal jaringan Hewan
IV. TUJUAN PERCOBAAN
Untuk mengetahui berbagai bentuk dan rupa dari Berbagai jaringan hewan.
V. ALAT DAN BAHAN :
c. Jaringan tumbuhan
Alat :
Mikroskop
Kaca objektif dan kaca penutup
Silet tajam
Pipet
Pinset
- Bahan
Batang bunga matahari (Helianthus annus atau Helianthus angustifolius)
Umur + 1 bulan.
Batang jagung (Zea mays)
Batang bunga mawar (Rosa sinensis/R. Hibrida)
Daun Rhoeo discolor
Daun Ficus sp. (tumbuhan karet atau beringin)
Akar kecambah kacang merah (Phaseolus vulgaris)
Anilin sulfat
Gabus
Kapas dan Tisu.
d. Jaringan hewan
Mikroskop
Kaca objektif dan kaca penutup
Preparat awetan otot polos
Preparat awetan otot jantung
preparet awetan jaringan syaraf.
VI. LANDASAN TEORI
• JARINGAN HEWAN
Seperti hanya pada tumbuhan, tubuh hewan dibangun oeleh bermacam-macam bentuk dan fungsi sel dengan jumlah yang banyak sekali. Pada hewan secara aris besar tubuhnya dibagi menjadi empat kelompok jaringan yaitu :
Jaringan epitel
Merupakan jaringan yang membatasi tubuh dengan lingkugannya, baik sebelah luar maupun sebelah dalam seperti dinding usus, pembuluh darah, dan lain-lain. Melihat strukturnya biasanya jaringan epitel membentuk suatu lapisan dengan sel-sel yang rapat dengan zat antar sel yang sedikit. sel-sel memisahkan dengan jaringan dibawahnya.
Jaringan epitel ada bermacam-macam, yaitu :
Epitel berlapis tunggal pipih, misalnya pada endothelium, yaitu dinding bagain dalam dari pmbuluh darah.
Epitel berlapis tunggal kubus, misalnya pada kulit.
Epitel berlapis banyak semua silindris, misalnya pada trakea (saluran pernapasan ).
- Jaringan Otot
Jaringan ini merupakan fungsi terutama untuk pergerakan, sel-selnya dapat berkontraksi. Sel-sel otot yang dissbut juga serabut otot (muscle fiber), sebagian besar sitoplasmanya terisi oleh myofibril, yaitu serabut-serabut yang berkontraksi. Pada manusia ada tiga macam otot, yaitu :
Otot polos (smooth muscles), miofibrilnya sukar terlihat. Otot ini gerakannya relatif lambat, tidak dipengaruhi oleh kemauan dan bergerak secara tidak kita sadari.
Otot bergaris melintang (striated muscles, merupakan sebagaian besar dari otot tubuh. Disebut juga otot. Skelet. Karena melekat pada rangka (skelat). Sel-selnya panjang-panjang, terlihat adanya bagaian-bagaian yang gelap dan terang pada miofibril. Otot ini dipengaruhi oleh kemauan, bergerak dengan kita sadari.
Otot Jantung, terdapat pada jantung, terlihat adanya garis-garis melintang, tetapi gerakkanya tidak dipengaruhi oleh kemauan kita.
- Jaringan Ikat
Jaringan ikat terdiri dari serabut, sel-sel dan cairan ekstra seluler. Cairan ekstra seluler dan serabut matriks. Fungsi jaringan ikat adalah mengikat atau mempersatukan jaringan-jaringan men jadi organ dan berbagai organ menjadi sistem organ, menjadi selubung organ dan melindungi jaringan atau organ tubuh.
Berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan ikat dibedakan menjadi dua :
a. Jaringan Ikatb Longgar
Ciri-ciri : Sel-selnya jarang dan sebagian jaringannya tersusun atas matriks yang mengandung serabut kolagen dan serabut elastitas. Jaringan ikat longgar terdapat di sekitar organ-organ, pembuluh darah dan saraf.
b. Jaringan ikat padat
Nama lainnya jaringan ikat serabu t putih, karena terbuat dari kolagen yang berwarna putih. Jaringan ini terdapat pada selaput urat, selaput pembungkus otot, fasial, ligannen dan tendon. Fasia adalah jaringan ikat berbentuk lembaran yang menyelimuti oto. Ligamen adalahjaringan ikat yang berperan sebagai penghubung antar tulang. Tendon adalah ujung otot yang melekat pada tulang. Fungsinya untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti otot dengan tulang-tulang dengan tulang, juga memberikan perlindungan terhadap organ tubuh.
Contoh Jaringan ikat :
- Jaringan Tulang Rawan (Kartilago)
Jaringan tulang rawan pada anak-anak berasal dari jaringan embrional yang disebut mesenkim, pada organ dewasa berasal dari selaput tulang rawan atau perikondrium yang banyak mengandung kondroblas atau pembentuk sel-sel tulang rawan. Fungsinya untuk meyokong kerangka tubuh.
Ada 3 macam jaringan tulang rawan :
a. Kartilago bialin
Matriksnya bening kebiruan. Terdapat pada permukaan tulang sendi, cincin tulang rawan pada batang tenggorok dan cabang batang tenggorok, ujung tulang rusuk yang melekat pada tulang dada dan pada ujung tulang panjang.
Kartilago bialin merupakan bagain terbesar dari kerangka embrio juga membantu pergerkan persendian, menguatkan saluran pernafasan, memberi kemungkinan pertumbuhan memanjang tulang pipa dan memberi kemungkinan tulang rusuk bergerak saat bernafas.
b. Kartilago fibrosa
Matriksnya berwarna gelap dan keruh. Jaringan ini terdapat pada perekatan ligmen-ligmen tertentu pada tulang, persendian tulang pinggang, pada calman antar tulang belakang dan pada pertautan antar tulang kemaluan kiri dan kanan. Fungsi utama untuk memberikan proteksi dan penyokong.
c. Kartilago elastik
Matriksnya berwarna keruh kekuning-kuningan. Jaringan ini terdapat pada dawn telinga, epiglottis, pembuluh eustakius dan laring.
- Jaringan Tulang
Jaringan tulang terdiri dari sel-sel tulang atau osteon yang tersimpan di dalam matriks, matriksnya terdiri dari zat perekat kolagen dan endapan garam-garam mineral terutama garam kalsium (kapur). Tulang merupakan komponen utama darai kerangka tubuh dan berperan untuk melindungi alat-alat tubuhh dan tempat melekatnya otot kerangka.
Tulang dapat dibagimenjadi 2 macam :
a. Tulang keras, bila matriks tulang rapat dan padat,
Contoh : tulang pipa
b. Tulang spons, bila matriksnya berongga
Contoh : tulang pendek
- Jaringan Darah
Jaringan darah merupakan jaringan penyokong khusus, karena berupa cairan.Bagian-bagian dari jantung darah adalah :
a. Sel darah
Dibagi menjadi sel darah merah (eritrosit) berfungsi untuk mengangkat oksigen dan sel darah putih (lekosit) berfungsi untuk melawan benda-benda asing yang masuk ke dalam darah.
b. Keping-keping darah (trombosit)
Berfungsi dalam proses pembekuan darah
c. Plasma darah
Komponen terbesar adalah air, berperan mengangkut sari makanan, hormon, zat sisa hasil metabolisme, antibodi dan lain-lain.
- Jaringan Saraf
Berfungsi untuk melakukan koordinasi tubuh, karena kemampuannya untuk menghantar implus saraf yang berasal dari suatu rangsangan. Sel saraf disebut juga neuron, terdiri dari badan sel dimana terdapat nukleus, dendrit dan akson (neurit).
Biasanya akson diliputi oleh lapisan myelin, dibagian luarnya terdapat selaput dari Sehwan yang terdiri dari satu lapisan sel.
VII. CARA KERJA
• Jaringan Hewan
1. Ambillah salah satu preparet awetan yang ingin kamu amati, Karena yang dilihat dalam bentuk slide, jadi kita menggunakan preparat jadi.
2. Letakkanlah preparat tersebut di bawah mikroskop.
3. Amatilah dengan mikroskop biologi dengan perbesaran objektif 10 x sampai 40 x.
4. Perhatikan dengan cermat gambar yang kamu lihat.
GAMBARKAN :
Jaringan otot polos dan beri keterangannya.
Jaringan otot lurik dan beri keterangannya.
Jaringan otot jantung dan beri keterangannya.
Jaringan syaraf dan beri keterangannya.
5. Usahakan menggambar dari apa yang kamu amati di bawah mikroskop.kenalilah masing-masing jaringan tersebut.
VIII. HASIL PENGAMATAN
1. Jaringan Otot Polos
Gambar
2. Jaringan Otot Lurik
Gambar
3. Jaringan Otot jantung
Gambar
4. Jaringan Syaraf
Gambar
IX. PEMBAHASAN
Jaringan Hewan
Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang berfungsi untuk melakukan pergerakan pada berbagai bagian tubuh. Jaringan otot dapat berkosentrasi karena didalamnya terdapat protein kontraktil yang bentuknya panjang dan mengandung serabut halus, disebut miofibril. Jaringan otot dapat dibagi menjadi jaringan otot polos, otot lurik, dan otot jantung.
Jaringan syaraf terdiri dari sel-sel syaraf yang disebut neutron. Neutron mempunyai strukturnya yang bercabang-cabang. Melalui cabang-cabang tersebut berbagai bagain tubuh dihubungkan dan aktivitasnya daiatur. Jaringan syaraf terdapat ditolak, urat syaraf tulang belakang dan syaraf-syaraf lainnya. Pada otot polos gerakan ototnya relatif lambat, tidak dipengaruhi oleh kemauan dan gerakannya dilakukan secara tak sadar. Otot polos terdiri atas inti yang terletak ditengah, sarkolema/lapisan penutup pada otot, sarkoplasma/cairan yang terdapat pada otot polos berbentuk oval. Polos tidak bergaris-garis, miofibril sukar terlihat. Pada otot lurik terdapat inti di pinggir, sekat, melekat pada rangka, selnya panjang-panjang, gerakannya relatif cepat, dipengaruhi oleh kemauan, dan bergerak dengan kita sadari, miofibril dapat dilihat. Otot jantung terdapat pada jantung, berinti satu terlihat adanya garis melintang, kerjanya tidak menurut kehendak, reaksinya, lambat terhadap rangsangan, miofibril dapat dilihat.
Jaringan syaraf terdiri dari sel-sel syaraf yang disebut neutron. Neuron mempunyai srtuktur yang bercabang-cabang. Melalui cabang-cabang tersebut berbagai bagain tubuh dihubungkan dan aktivitasnya diatur. Jaringan syaraf terdapat ditolak, urat syaraf tulang belakang dan syaraf-syaraf lainnya. Pada sel syaraf terdapat inti, badan sel, akson, neuron, dendri, serta selaput meliin.
Pertanyaan jaringan hewan
1. Apa beredanya otot polos, bergaris melintang dan otot jantung ?
Jawab :
Otot Polos : Berinti satu dan terletak ditengah, otot polos tidak bergaris-garis, kerjanya lambat, miofibril terlihat, gerakannya tidak menurut kehendak.
Otot Lurik : melekat pada rangka, selnya panjang-panjang, gerakannya relatif cepat, dipengaruhi oleh kemauan, dan bergerak dengan kita sadari, miofibril dapat dilihat.
Otot jantung : berinti satu, kerjanya tidak menurut kehendak, reaksinya lambat terhadap rangsangan, miofibril dapat dilihat.
2. Apa yang men yebabkan sel-sel otot tersebut dinamakan sel otot polos dan sel otot lurik ?
Jawab :
Disebut otot polos karena tidak terdapatnya garis-garis melintang oleh adanya bagian gelap dan terang pada sel otot polos tersebut. Sedangkan disebut otot lurik karena pada sel otot lurik terdapat bagian-bagian gelap dan yang terang pada miofibrilnya.
3. Apakah perbedaan :
a. Sarcolema dan sarcoplasma
b. Fiber dan fibril
Jawab :
a. Sarcolena adalah lapisan penutup pada otot. Dan sarcoplasma adalah cairan yang terdapat pada otot.
b. Fiber adalah otot yang berisi miofibril adalah serabut-serabut otot yang dapat berkontraksi.
X. KESIMPULAN
• Jaringan adalah kumpulan dari sel-sel yang mempunyai fungsi dan struktur yang sama.
• Setiap jaringan mempunyai karakteristik yang berbeda.
• Pada hewan terdapat empat macam jaringan utama, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan otot dan jaringan syaraf.
XI. DAFTAR PUSTAKA
Anik, ANIVAN. Ringkasan Biologi. Bandung: Ganeca Exact
Bakar, Masribut. 2007. Panduan Pratikum Biologi Umum. Indralaya : FKIP UNSRI.
Hal (1-7)
I. PRAKTIKUM KE : V
II. TANGGAL PRAKTIKUM : OKTOBER 2008
III. JUDUL PRAKTIKUM
Difusi Dan Osmosi
IV. TUJUAN PRAKTIKUM
Untuk mengetahui berlangsungnya peristiwa difusi, osmosis, tekanan turgor dan plasmolisis.
V. ALAT DAN BAHAN
Alat :
1. Mikroskop biologi
2. Kaca objek dan kaca penutup
3. Pisau silet tajam
4. Mistar
5. Cawan Petri
6. Pipet tetes
Bahan :
1. Buah pepaya mentah
2. Daun Rhoeo discolor
3. Air suling
4. Air ledeng
5. Larutan garam 20 % (20 gr + 100 ml air)
6. Larutan gula 10 %
7. Kapas
8. Benang jahit.
VI. LANDASAN TEORI
Difusi adalah proses berpindanya suatu zat dari tempat dengan konsentrasi yang lebih tinggi ketempat konsentrasi yang lebih rendah.
Difusi zat terlarut dari suatularutan ke larutan lainnya dapat brlangsung melalui suatu membrane permeabelitasnya tertentu yaitu permeable untuk zat tersebut. Permeabelitas dari membrane tersebut ada 3 macam yautu :
1. Impermeabel, dimana air maypun zat terlarut didalamnya tidak terdapat melaluinya.
2. Permabel, yautu membran yang dapat dilalui oleh air, tidak dapat dilalui oleh zat yang terlarut, misalnya membran dari sitoplasma.
3. Semipermiabel, yaitu membran yang hanya dapat dilalui oleh air, tidak dapat dilalui oleh zat yang terlarut, misalnya membran dari sitoplasma.
Difusi dari pelarut,misalnya air melalui membran permabel yang semipermeabel dari tempat dengan konsentrasinya pelarut lebih tinggi ketempat dengan konsentrasi pelarut lebihrendah disebut osmosis.
Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagaian yang lebih pekat. membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran, Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tetapi dapat dihambatss secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagaiandengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya perunit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini tergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri
Pada sel tumbuhan, dinding sel yang terdiri dari selulose bersifat permabel terhadap air dan zat-zat yang terlarut, sedangan membrane sitoplasma bersifat semipermeabel.
Jadi, sel tadi disimpan didalam air suling, air akan berosmosis melalui sitoplasma kedlam vakuola, karena vakuola berisi cairan yang mengandung zat-zat terlarut, sehingga hypertonia terhadap air, karena adanya air masuk tadi, akan terjadi tekanan dari dalam vkuola kepada membran plasma dan dinding sel, yang disebut turgor sedangkan jika sel diletakan dalam larutan gula dengan konsentrasi tinggi, maka air akan keluar dari vakuola sehingga membrane sitoplasma akan mengkerut dan terlepas dari dinding sel, hal demikian dikatakan sel mngalami plasmolisis.
Untuk mengamati proses osmesis dan turgot, digunakan dinding buah pepaya mentah, sedangkan untuk plasmolisis digunakan sel epedirmis bawah Rhoeo discolor. Tumbuhan ini memiliki permukaan atas daun berwarna hijau sedangkan permukaan bawah berwarna ungu.
Untuk mngamati proses-proses difusi melalui membrane yang permiabel, digunakan kantung kolodian yang bersifat permiabel terhadap monosakaride. Tetapi tidak untuk polisakarida, misalnya tepung dan disakarida.
Dalam perncernaan karbohidrat yang terjadi didalam usus antara laindilakukan oleh enzim-enzim dari kelenjar pancreas yaitu enzim karbohidrase yang terdiri dari amilopepsin dan maltase dengan proses sebagai berikut :
Tepung ------------ ------------ ------------- galaktosa + glukosa
Karbohidrase dari
Pankreas
(Polisakarida) (monosakarida)
VII. CARA KERJA
Semua hasil pengamatan harus dicatat langsung dalam lembaran kerja yang diperuntukkan bagi percobaan ini. Istilah lembaran kerja sesuai dengan petunjuk.
Kegiatan I : Osmosis dan Tugor (Buah pepaya).
a. Buatlah dua buah keratan daging buah pepaya mentah dengan ukuran Panjang 5 cm, lebar 2 cm, dan tinggi 1 cm. Ukuran tidak perlu tepat benar, yang penting harus diukur dan dicatat.
b. Letakan keratin yang satu dalam cawan petri yang berisi air ledeng dan satu lagi dalam cawan Petri yang berisi larutan garam 20 %. Biarkan keduanya selama 20 menit.
c. Setelah selesai, bandingkanlah sekarang kedua keratin tersebut, ukur panjang, lebar serta tebalnya.
d. Isilah tabel dibawah ini dan pindahkan lembar kerja dan buat kesimpulanya.
Cairan Sebelum percobaan Sesudah percobaan
Larutan garam 20 % Panjang Panjang
Lebar Lebar
Tinggi Tinggi
Air Ledeng Panjang Panjang
Lebar Lebar
Tinggi Tinggi
Kegiatan II : Plamolisis (Epidermis Daun Rhoeo discolor)
a. Dengan menggunakan pisau yang tajam, buat sayatan setipis mungkin permukaan bawah daun yang warna ungu letakkan diatas kaca objek yang telah diberi setetes air suling. Tutup dengan kaca tutup usahakan jangan sampai ada gelembung udara pada preparat.
b. Amati dibawah mikroskop biologi dengan objektif 20x sel- sel yang berwarna ungu dari sayatan tersebut.
c. Beri 1-2 tetes larutan gula 10 % didekat salah satu sisi kaca tutup sambil hisap air yang berlebih dengan kertas saring dari sisi kaca tertutup yang berlawanan, biarkanlebih kurang 10 menit.
d. Amati Sekarang sel-sel yang berwarna ungu tadi, amati perubahan yang terjadi.
Gambarkan : keadaan sel-sel sebelum percobaan ini (dalam air suling) dan sesudah percobaan (dalam larutan gula) lalu ambil kesimpulan percobaan tersebut.
VIII. HASIL PERCOBAAN
Kegiatan I : Osmosis dan Turgor (buah pepaya)
Larutan Sebelum ( cm ) Sesudah ( cm )
1 2 3 1 2 3
Larutan Garam 20 % P 3,0 cm 3,0 cm 2,8 cm 2,9 cm 2,9 cm 2,7 cm
L 2,2 cm 2,0 cm 1,6 cm 2,1 cm 1,9 cm 1,5 cm
T 0,5 cm 0,6 cm 0,7 cm 0,4 cm 0,4 cm 0,3 cm
Air Ledeng P 2,8 cm 2,9 cm 3,0 cm 2,8 cm 2,9 cm 3,0 cm
L 2,1 cm 2,2 cm 2,1 cm 2,1 cm 2,2 cm 2,1 cm
T 0,6 cm 0,6 cm 0,5 cm 0,6 cm 0,6 cm 0,5 cm
Kegiatan II : Plasmolisis
P400X P400X
Sitoplasma sebelum percobaan (dalam larutan gula)
(dalam air suling ) Bagian bawah selnya warna ungu
Bagian bawah selnya berwarna ungu penuh menjadi setengah penuh.
Sitoplasma yang ditetesi kembali air suling
Warna ungu pada sel menjadi penuh kembali.
IX. PEMBAHASAN
Dari percobaan yang telak kami lakukan. Pda percobaan pertama, dua kerataan pepaya diletakan dicawan petri, kerataan yang satu direndam dengan air suling satunya lagi direndam dengan air garam 20 %. Dari hasil pengukuran , pada kerataan pertama, panjang , lebar, dan tebal kerataan sama. Jiika percobaan ini berhasil maka ukuran panjang lebar dan tebalnya haruslah membesar. Hal ini dapat disebabkan adanya kesalahan dalam pengukuran, yaitu kurangnya ketelitian dalam mengukur panjang, lebar maupun tebal dari kerataan pepaya. Fktor lain juga dapat disebabkan adanya sisi-sisi yang tidak simetris ketika pemotongan ukuran kerataan pepaya, sehingga membingungkan pengukuran saat setelah direndam.
Pada keratan kedua yang telah direndam dengan air garam 20 %, dari hasil pengukuran didapatkan hasil bahwa ukuranya lebih kecil dari pada ukuran sebelumnya, terlihat juga bahwa kerataan pepaya tersebut mengkerut. Hal ini terjadi karena berkurangnya turgor pada pepaya. Karena konsentrasi diluar sel pepaya lebih besar daripada dalam sel pepaya (vakuola), maka cairan dalam sel berpindah kelarutan garam melalui pori-pori sehingga membran sitoplasma menjadi mengkerut.
Pada percobaan kedua, digunakan sel daun Rhoeo discolor yang diamati dengan mikroskop. Sebelum sel Rhoeo discolor ditetesi dengan larutan gula 10%, warna ungu pada bagian bawah selnya adalah penuh, Sedangkan setelah sel Rhoeo discolor ditetesi dengan larutan gula 10 %, warna ungu pada sel perlahan-lahan memudar atau tidak penuh dam membran plasma lepas dari dinding sel. Lepasnya membaran palsma dari dinding sel tersebut. Plasmolisis. Hal tersebutterjadi karena sel mengalami difusi. Ketika sel ditetesi dengan air suling kembali, dengan arah yang berlawanan dengan arah tetesan air gula. Maka sel yang tadinya mengkerut karena lepasnya membran plasma menjadi penuh kembali dan warna ungu menjadi penuh kembali. Sel Rhoeo discolor pada peristiwa ini mengalami osmosis .
Pertanyaan
1. Pada keratan buah pepaya yang manakah turgornya berkurang ? Mengapa ?
Jawab :
Buah pepaya yang direndam dengan air garam, karena konsentrasi larutan garam lebih besar dari konsentrasi dalam sel pepaya, sehingga cairan dalam sel pepaya berpindah ke larutan garam, sehingga pepaya kekurangan cairan.
2. Apa yang terjadi pada sel-sel epidermis bawah daun Rhoeo discolor setelah diberi larutan garam.
Jawab :
Setelah diberi larutan gula 10%, membran plasma mengkerut dan terlepas dari dinding sel (terjadi peristiwa plasmolisis). Dan warna ungu pada seldaun Rhoeo discolor berkurang.
3. Apa yang terjadi berikutnya jika sayatan (nomor 2) diberi air lagi (dihilangkan larutan gulanya)
Jawab :
Sel Rhoeo discolor diberi air suling terlihat perubahan warna ungu yang tadinya tidak penuh menjadi warna ungu penuh kembali.
4. Kesimpulan apakah yang dapat saudara ambil dari hasil kegiatan 3 mengenai proses yang terjadi.
Jawab :
Pada percobaan dengan sayatan pepaya, pepaya yang direndam dengan aiar garam mengkerut karena turgornya berkurang dan yang direndam dengan air suling mengalami kelebihan air (turgor), sedangkan percobaan dengan sel epidermis Rhoeo discolor sel yang ditetesi larutan garam gula 10 % sel mengkerut dan warna ungunya berkurang, sel saat itu mengalami plasmolisis damn pada saat ditetesi dengan air suling sel kembali penuh (sitoplasmanya ) dan warna ungu penuh kembalai, sel disebut mengalami osmosis.
X. KESIMPULAN
Sel mengalami difusi apabila konsentrasi diluar sel lebih besar daripada konsentrasi dalam sel. Maka cairan dalam sel akan keluar dari vacuola sehingga membran plasma akan mengkerut dan lepas dari dinding sel dan peristiwa ini dikatakan sel mengalami plasmolisis.
Peristiwa osmosis yaituperpindahan molekul air dari daerah banyak air kedaerah sedikit air, misalnya pada sel Rhoeo discolor yang semula ditetesi larutan gula 10% kekurangan cairan dan kemudian ditetesi air suling sehingga sl tidak kekurangan cairan lagi.
Membran plasma oada sel Rhoeo discolor mengkerut saat ditetesidengan larutan gula 10%, karena membran plasma bersifat lentur sedangkan dinding sel tidak mengalami mengkerut karena dinding sel bersifat tetap atau terbuat dari selulosa.
XI. DAFTAR PUSTAKA
Anik, Anivan. Ringkasan Biologi. Bandung : Ganeca Exact
Bakar, Masribut. 2007. Panduan Pratikum Biologi Umum. Indralaya : FKIP UNSRI.
Hal (1-7)
Kimball, John W. 1994. Biologi Umum. Jakarta : Erlangga.
I. PRAKTIKUM KE : VIII
II. TANGGAL PRAKTIKUM :
III. JUDUL PRAKTIKUM
Respirasi Pada Hewan
IV. TUJUAN PRAKTIKUM
Untuk mengetahui kandungan CO2 pada udara pernafasan dan pengukuran laju
respirasi hewan.
V. ALAT DAN BAHAN :
Alat :
1. Erlemeyer 125 ml (3 gelas/kelompok)
2. Sumbat karet dengan dua lubang.
3. Pipa kaca / pipa plastik 7-14 cm.
4. Gelas kimia 1 liter + pengaduk (tempat membuat larutan kapur)
5. Saringan
6. Respirometer
7. Timbangan
8. Spuit
Bahan :
1. Air kapur (Larutan Ca(OH)2 jenuh)
2. Kertas saring
3. Kristal KOH 10%
4. Kapas
5. Tisu
6. Serangga (belalang, jangkrik)
VI. LANDASAN TEORI :
Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untuk kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan.
Contoh :
Respirasi pada Glukosa, reaksi sederhananya :
C6H1206 + 6 H2O + 6 CO2 + Energi
(glukosa)
Reaksipembongkaran glukosa sampai menjadi H20 + CO2 + Energi, melalui tiga tahap :
1. Glikolisis.
2. Daur Krebs.
3. Transpor elektron respirasi.
1. Glikolisis :
Peristiwa Perubahan :
Glukosa Glukosa 6 – fosfat Frutkosa 1,6 difosfat
3 fosfogliseral dehid (PAGL) / Triosa fosfat Asam privat.
Jadi hasil dari glikolisis :
molekul asam piravat.
1.2.2 molekul NADH yang berfungsi sebagai sumber elektron berenergi tinggi
1.2.3 molekul ATP untuk setiap molekul glukosa.
2. Daur Krebs (daur trikarboksilat) :
- Daur Krebs (daur trikarboksilat) atau daur asam sitrat merupakan pembongkaran asam privat secara aerob menjadi CO2 dan H2O serta energi kimia.
3. Rantai Transportasi Elektron Respirator :
Dari daur Krebs akan keluar elektron dan ion H + yang dibawah sebagai NADH2 (NADH + 1 elektron) dan FADH2, sehingga di dalam mitokondria (dengan adanya siklus Krebs yang dilanjutkan dengan okisidasi melalui sistem pengangkutan elektron) akan terbentuk air, sebagai sampingan respirasi selain CO2. Produk sampingan tersebut pada akhirnya dibuang keluar tubuh melaluitingkat tinggi.
Ketiga proses respirasi yang penting tersebut dapat diringkas sebagai berikut :
PROSES AKSEPTOR ATP
1. Glikolisis :
Glukosa 2 asam piruvat 2 NADH 2 ATP
2. Siklus Krebs :
2 asetil Priuvat 2 asetil KoA + C02 2 NADH 2 ATP
2 asetil KoA 4 CO2 6 NADH 2 PADH
3. Rantai transpor elektron respirator :
10 NADH + 502 10 NAD + 10 H20 30 ATP
2 FADH2 + O2 2 PAD + 2 H20 4 ATP
Total 38 ATP
Jadi, pembongkaran 1 mol glukosa (c6h1206) + O2 6 H20 + 6 CO2
Menghasilkan energi sebanyak 38 ATP.
Pada respirasi hewan vetebrata darat, terjadi penarikan dan pengeluaran udara dalam mekanisme respirasinya. Komposisi udara yang dihisap dapat dianggap sama dengan atmosfir diluar tubuh, sedangkan udara yang dikeluarkan dari paru-paru mengandung CO2 yang lebih banyak. Dengan cara yang sederhana, dapat ditentukan bahwa kandungan CO2 dalam udara yang dikeluarkan.dari paru-paru adalah lebih tinggi dari udara diatmosfir. Laju respirasi hewan sangat dipengaruhi oleh aktivitas hewan tadi pada waktu dilakukan pengukuran. Makin banyak dan makin cepat gerakan, makin tinggi pula laju respirasi.
Faktor lain yang juga sangat mempengaruhi respirasi hewan adalah suhu lingkungan. Pengaruh perbedaan suhu ini, untuk hewan berdarah panas akan memberikan respon yang berbeda bila dibandingkan dengan hewan berdarah dingin. Pda pratikum ini anda akan melakukan pengukuran laja respirasi hewan, dengan menggunakan respirometer model scholander. Alat ini digunakan untuk mengukur respirasi hewan baiak berdarah panas maupun berdarah dingin asalkan ukuranya tidak terlalu besar. Hewan-hewan vetebrata yang dapat diukur respirasinya adalah hanya berukuran sampai 10 gram.
Respirometer sederhana. Respirometer ganong.
Respirometer sederhana adalah alat yang dapat digunakan untuk mengukur kecepatan pernapasan beberapa macam organisme hidup seperti serangga, bunga, akar, kecambahyang segar. Jika tidak ada perubahan suhu yang berarti, kecepatan pernapasan dapat dinyatakan dalam ml/ detik /g, yaitu banyaknya oksigen yang digunakan oleh makhluk percobaan tiap 1 gram berat tiap detik. Alat ini bekerja atas suatu prinsip bahwa dalam pernapasan ada oksigen yang digunakan oleh organisme dan ada oksigen yang digunakan oleh organisme dan ada karbon dioksoda yang dikelurkan olehnya. Jika organisme yang.bernafas itu disimpan dalam ruang tertutup dan karbon dioksida yang dikeluarkan oleh prganisme dalam ruang tertutup itu diikat, maka penyusutan udara akan terjadi kecepatan penyusutan udara dalam ruang itu dapat dicacat (diamati) pada pipa kapilar berskala.
Respirometer ganong adalah alat yang dapat digunakan untuk menentukan angka respirasi (RQ = Respiratory Quotient) secara kuantitatif dalam suatu peristiwa pernafasan. Tergantung pada substrat yang dikeluarkan, harga RQ dapat sama dengan 1, lebih dari 1 atau kurang dari 1. Harga RQ adalah harga perbandingan CO2 yang dihasilkan dalam pernapasan dengan O2 yang digunakan dalam pernapasan tersebut.
Pertukaran O2 Dan Co2 Dalam Pernafasan
Jumlah oksigen yang diambil melalui udara pernapasan tergantung pada kebutuhan dan hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh jenis pekerjaan, ukuran tubuh, serta jumlah maupun jenis bahan makanan yang dimakan.
Pekerja-pekerja termasuk atlit lebih banyak membutuhkan oksigen dibanding pekerja ringan. Demiikian juga seseorang yang memeiliki ukuran tubuhlebih besar dengan sendirinya membutuhkan oksigen lebih banyak. Selanjutnya, membutuhkan lebih banyak oksigen darai pada seseorang vegetarian.
Dalam keadaan biasa, manusia membutuhkan sekitar 300 cultural competence oksigen sehari (24 jam) atau sekitar 0,5 cultural competence tiap menit. Kebutuhan tersebut berbanding lurus dengan volume udara inspirasi dan ekspirasi biasa kecuali dalam keadaan tertentu saat konsentrasi oksigen udara inspirasiberkurang atau karena sebab lain, misalnya konsentrasi hemoglobin darah berkurang. Oksigen yang dibutuhkan berdifusi masuk ke darah dalam kapiler darah yang menyelubungi alveolus. Selanjutnya,sebagian besar oksigen diikat oleh zat warna darah atau pigmen darah (hemoglobin) untuk diangkat ke sel-sel jaringan tubuh.
Mekanisme Pernafasan
Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan. Tertidur sekalipun karna sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom. Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam.
Pernapasan luara adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler, sedangkan pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh. Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada maka udara akan masuk. Sebaiknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar.
Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara (inspirasi) dan pengeluaran udara (ekspirasi) maka mekanisme pernapasan dibedaka atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan perut.pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan.
a. Pernapasan Dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk.
Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan diluar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang diikuti oleh turunya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan didalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
B Pernapasan Perut
Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktifitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada yang kaya karbon dioksida kleluar.
Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua tahap yakni sebagai
1. Fase inspirasi. Pada fase ini otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendaftar, akibatnya rongga dada membesar dan tekanan menjadi kecil sehingga udara luar masuk.
2. Fase Ekspirasi. Fase ekspirasi merupakan fase berelaksasinya otot diafragma (kembali ke posisi semula, mengembang) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar, akibatnya udara keluar dari paru-paru.
VII. CARA KERJA
Kegiatan 1 : Kandungan CO2 pada udara pernafasan
1. Aturlah peralatan seperti pada diagram dibawah ini
2. Air kapur biarkan mengendap, dan pada basgian atas yang bening akan kita gunakan, bisa juga dengan disaring.
3. Tiap erlenmeyer diisi air kapur dengan volume yang sama, tidak boleh terlalu penuh dau usahakan agar selang atau pipa plastik tidak bersentuhan dengan air kapur, misalnya 25 ml.
4. Yang diberikan perlakuan adalah pipa A dan B, sedang erlemeyer C dibiarkan hanya untuk kontrol.
5. Isap udara untuk bernafas dari pipa / botol erlenmeyer A lalu udara yang dikeluarkan melalui air kapur pada botol B A dan B udara pernafasan kebotol B). Sepanjang percobaan ujung pipa botol A dan B selalu tertutup supaya tidak ada pengaruh dari luar.
6. Lakukan percobaan ini beberapa kali pengulangan hingga air kapur di botol menjadi keruh.
Kegiatan 2 : Pengukuran respirasi hewan.
1. Ambilah sedikit kristal KOH yang kemudian dibungkus dengan kapas supaya tidak bersentuhan langsung dengan serangga. Kemudian kedalam botol respirometer.
2. Serangga yang dibawa ditimbang terlebih dahulu, kemudian dimasukan kedalam botol respirometer dan segera tutup kembali. agar percobaan berhasil, berilah vaselin pada pertemuan tutup botol supaya tidak ada pengaruh udara luar yang keluar masuk botol respirometer. Kemudian pada ujung pipa respirometer kita beri indikator dengan eosin. Perhatikan angka mula-mula yang ditunjukan oleh eosin . Lihat gambar dibawah ini.
3. Perhatikan apakah kedudukan, eosin berubah, berjalan. Amati pergeseran eosin tiap, menit . jarak yang ditempuh eosin menunjukan jumlah oksigen yang diperlukan oleh serangga itu untuk bernafas tiap menitnya.
4. Catat semua pengamatan dalam tabel. Kemudian baru dirata-ratakan berapa udara yang diperlukan serangga itu untuk bernafas tiap menitnya.
5. Jika eosin telah sampai pada botol, sebaiknya percobaa distopkan.
VIII. HASIL PENGAMATAN
Kegiatan 1 : Kandungan CO2 pada udara pernafasan
Setelah menghisap CO2 dari erlemeyer A lalu dilepaskan CO2 ke erlemeyer B, Diperoleh hasil bahwa :
Tabung Perubahan yang terjadi
A
B
C Jernih
Keruh
Tidak keruh (sebagai kontrol)
Kelompok Berat berulang Kedudukan eosin rata-rata
I 0,6 0,64
II 0,5 0,46
III 0,5 0,24
IV 0,42 0,616
V 0,8 0,736
VI 0,5 0,51
VII. PEMBAHASAN
Pada percobaan kali ini, kami melakukan dua kegiatan. Kegiatan I, Yaitu pembuktian adanya kandungan CO2 pada udara pernafasan. Pada kegiatan ini digunakan 3 tabyng erlemeyer yang diberi label A,B, C.
Dari hasil kegiatan tersebut ternyata air kapur pada erlemeyer B menjadi keruh. Ini membuktikan bahwa dalam erlemeyer B Mengandung CO2. Dapat dilihat reaksinya Sebagai berikut :
Ca(OH)2 + CO2 CaCO3 + H2O
Sedangkan pada erlemeyer A, dari hasil percobaan terlihat bahwa terdapat perubahan yaitu air menjadi agak keruh. Seharusnya erlemeyer A tidak mengalami perubahan, yaitu air tetap dalam keadaan semula. Kemungkinan yang terjadi adalah adanya kesalahan pada praktikan yang menghisap O2 pada erlemeyer A, kemungkinan menghembuskan CO2pada erlemeyer tersebut.
Kegiatan II, yaitu untuk mengukur respirasi hewan dengan menggunakan belalang. Setelah melakukan cara kerja yang ditentukan. Yang harus dilakukan adalah mengamati eosin pada respirometer. Adanya eosin ini akan bergerak kearah adalah mengamati eosin pada respirometer karena terjadinya penyusutan volum udara dalam ruang tertutup (respirometer) sebagai akibat pernapasan, yaitu O2 dihembuskan tetapi lalu diserap oleh KOH. Kecepatan eosin bergerak kedalam menunjukan kecepatan pernapasan organisme yang diselidiki. Perhitungan dilakukan untuk memperoleh angka kecepatan respirasi hewan/organisme tertentu dalam ml tiap satuan waktu. Laju indikator (eosin) tersebut bergerak cepat karena aktifitas belalang yang bergerak aktif. Selain itu dari data kedudukan eosin rata-rata yang didapat pada setiap kelompok, faktor yang mempengaruhi laju respirasi adalah besar kecilnya (berat) belalang, semakin besar belalang tersebut, maka oksigen yang dibutuhkan juga semakin besar belalang tersebut, maka oksigen yang dibutuhkan juga semakin besar.
Pertanyaan untuk kegiatan 1 :
1. Dari botol A, B,dan C mana yang paling keruh ? Mengapa demikian ?
Jawab :
Botol B, karena pada saat dhirup udara dari botol A maka kita menghisap O2 pada botol A dan dihembuskan pada botol B ( CO2 juga berasal dari udara pernafasan paru-paru) sehingga air pada botol B menjadi lebih keruh.
2. Apakah botol A juga menjadi keruh ? Mengapa demikian ?
Jawab : Tidak, tetap. Karena kadar O2 pada botol A dihisap dan dipindahkan ke botol B sehingga kadar CO2 berkurang dan air kapur O2 tetap seperti keadaan semu la.
3. Buatlah kesimpulan dari percobaan tersebut!
Jawab :
Air kapur pada botol B menjadi lebih keruh, tetapi botol A tiadak. Ini membuktikan bahwa CO2 bahwa CO2 pada botol B lebih banyak. Pada saat kita mengelurkan udara pernafasan mengandung CO2 juga dari paru-paru sehingga kandungan CO2 lebih banyak.
Pertanyaan untuk kegiatan 2 :
1. Apa fungsi kristal KOH yang dimasukkan pada tabungan respirometer ?
Jawab :
Untuk mengikat CO2 yang dikeluarkan oleh serangga pada waktu bernafas.
2. Lakukan pembandingan hasil pratikum ini dengan kelompok lain. Sehingga berikan hubungan berat serangga dengan jumlah udara yang diperlukannya (besar kecilnya serangga dengan jumlah O2 yang dibutuhakan).
Jawab :
Kelompok Berat berulang Kedudukan eosin rata-rata
I 0,6 0,64 ml/ menit
II 0,5 0,46 ml/ menit
III 0,5 0,24 ml/ menit
IV 0,42 0,616 ml/ menit
V 0,8 0,736 ml/ menit
VI 0,5 0,51 ml/ menit
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa semakin besar serangga maka serangga tersebut lebih banyak membutuhkan oksigen. Laju respirasi juga dipengaruhi oleh aktivitas serangga dalam respirometer.
VIII. KESIMPULAN
1. Air kapur pada percobaan yaitu botol B menjadi keruh. Hal ini menunjukan adanya kandungan CO2 dari udara pernapasan.
2. Banyak atai tidaknya yang dilakukan, berpengaruh terhadap laju respirasi.
3. Laju respirasi juga dipengaruhi oleh berat dari organisme tersebut, semakin banyak yang dibutuhkan.
IX. DAFTAR PUSTAKA
Bakar, Masribut. 2007. Panduan Pratikum Biologi Umum. Indralaya : FKIP UNSRI.
Kimball, John W. 1994.Biologi Umum.Jakarta : Erlangga.
Nasir, Mochamad. 1993. Penuntun Pratikum Biologi Umum. Yokyakarta :
Departement Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi.
Wkipedia. 2007. Respirometer. Diakses tanggal 3 Desember 2007. situs : Wikipedia
http://id.wikipedia.org/Respirometer”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan isi disini