PENGANTAR PENDIDIKAN
KELOMPOK III : ARTO MARYANTO
INDAH NOFIANA
HERLI CECILIA
LASMIYATI
LENI YULIANA
NITA FITRIYANTI
PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN KIMIA
C. Pendidikan sebagai Sistem
1. Pengertian Sistem
Definisi yang digunakan untuk menjelaskan arti kata “Sistem” diantaranya sebagai berikut :
a. System adalah suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks atau terorganisir : suatu himpunan atau perpaduan hal-hal yang membentuk suatu kebulatan / keseluruhan yang kompleks atau utuh (Tatang M.Amirin,1992 : 10)
b. Sistem merupakan himpunan komponen yang saling berkaitan yang bersama-sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan (Tatang M.Amirin,1992 : 10)
c. Sistem merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai dengan Rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Tatang M.Amirin, 1992 : 11)
Definisi- definisi tersebut yang pertama (a) menekan soal wuud system, yang kedua (b) menaruh perhatian pada fungsi komponen yang saling berkaitan dan tujuan system, dan yang ketiga (c) menampilkan unsur dan rencana disamping saling kaitan antar komponen dan tujuan dari system. Sekalipun demikian definisi yang berbeda-beda itu mengandung unsure persamaan yang dapat dipandang sebagai cirri umum dari system, yaitu mencakup hal-hal sebagai berikut :
Sistem merupakan Suatu kesatuan yang berstruktur
Kesatuan tersebut terdiri dari sejumlah komponen yang saling berpengaruh
Masing- masing komponen mempunyai fungsi tertentu dan secara bersama-sama melaksanakan fungsi struktur, yaitu mencapai tujuan system.
2. Komponen dan Saling hubungan antara komponen dalam system pendidikan.
Pendidikan sebagai suatu system terdiri dari sejumlah komponen. Sarana dan Prasarana, ketenagaan, Program, dan Administrasi yangt diperlukan untuk memproses bahan mentah seperti dikemukakan diatas merupakan masukan Instrumental (Instrumental Input). Segenap lingkungan yang berpengaruh terhadap pemrosesan masukan mentah disebut masukan lingkungan (Enviromental Input). Komponen- komponen yang menunjang Sistem meliputi :
a. Masukan Mentah (Raw Input)
b. Masukan Instrumental (Instrumental Input)
c. Masukan Lingkungan (Enviromental Input)
3. Hubungan Sistem Pendidikan dengan Sistem lain dan Perubahan kedudukan dari Sistem
Faktor Ekonomi, Politik, Sosial dan Budaya sebagai komponen masukan lingkungan (Enviromental Input) dari Sistem Pendidikan. Suatu komponen dapat berubah status menjadi Sistem, apabila komponen tersebut dilihat secara tersendiri dan ternyata terdiri dari sejumlah sub-subsistem. Jadi, Sistem Pendidikan dapat dilihat dalam ruang lingkup mikro dan ruang lingkup makro. Sebagai subsistem, bidang ekonomi, pendidikan dan politik masing-masing sebagai system pendidikan nonformal, pendidikan formal dan pendidikan informal merupakan subsistem dari bidang pendidikan sebagai system dan seterusnya.
4. Pemecahan masalah pendidikan secara Sistematik
a. Cara memandang Sistem
Jika sebuah komponen suatu system dipisahkan dari komponen-komponen yang lain, dan dikaji secara tersendiri, maksudnya tidak lain ialah agar komponen tersebut dapat dianalisis secara lebih mendalam. Bagian – bagiannya (subkomponennya) dapat dianalisis fungsinya secara lebih khusus dan mendalam, demikian pula hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain dapat dipahami lebih seksama, sehingga dapat ditemukan cara untuk memecahkan secara lebih baik.
Selanjutnya, memandang suatu system dalam konteks ruang lingkup yang lebih besar (suprasistem) mempunyai manfaat agar kita memandang suatu persoalan tidak lepas dari hal-hal yang melatarbelakangi atau yang mewadahinya.
b. Masalah Berjenjang
Ilustrasi mengenai cangkupan ruang lingkup masalah yang berbeda-beda seperti telah dikemukakan dapat juga dilihat secara berjenjang.
Kesimpulan :
Semua masalah itu satu sama lain saling berkaitan, dalam hubungan :
Sebab Akibat
Alternatif Masalah
Latar Belakang Masalah
c. Analisis Sistem dalam pendidikan
Penggunaan analisis system dalam pendidikan dimaksudkan untuk memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan dengan cara yang efisien dan efektif.
Prinsip utama dari penggunaan analisis system ialah : Bahwa kita dipersyaratkan untuk berpikir secara sistematik, artinya kita harus memperhitungkan segenap komponen yang terlibat dalam masalah pendidikan yang kan dipecahkan.. jika tujuan system tidak tercapai sepenuhnya, maka dapat diusahakan :
a. Menemukan komponen yang mengandung kelemahan
b. Menemukan hubungan antarkomponen yang mengandung kelemahan
c. Memperbaiki komponen dan ataupun hubungan antarkomponen yang lemah tersebut.
d. Saling Hubungan antar komponen
Komponen – komponen yang menunjang terbentuknya suatu system yang baik. Tetapi, komponen yang baik saja belum menjamin tercapainya tuuan system secara optimal, manakala komponen tersebut tidak berhubungan secara fungsional dengan komponen yang lain.
Hubungan Fungsional antarkomponen ini berupa hubungan yang bersifat dinamis antar komponen – komponen dan gerak fungsi dari seluruh komponen terarah kepada tujuan system.
e. Hubungan Sistem dengan SupraSistem
Telah dijelaskan bahwa didalam suatu system, komponen-komponen saling berhubungan. Misalnya : Sistem Ekonomi, Sistem Politik dan Sistem Pendidikan, satu sama lain tidak dapat dipisahkan . antara system tersebut terdapat hubungan fungsional yang bersifat saling menunjang. Berdasarkan itu pula maka system pendidikan hanya dapat terbina dan berkembang dengan baik apabila strategi pengembangannya mengindahkan pengembangan yang terjadi pada system-sistem yang lain. Sistem – system tersebut secara keseluruhan membentuk suprasistem. Jelasnya pembanngunan system pendidikan nasional (system) hanya akan berhasil jika mengacu kepada pembangunan nasional secara keseluruhan (suprasistem).
5. Keterkaitan Antara Pengajaran dan Pendidikan
Yang dipersoalkan dan dijadikan tekanan aspek pengetahuan, disebut “pengajaran” dan jika aspek pembentukan sikap menjadi tekanan disebut “pendidikan”. Masih ada segi-segi lain yang dapat dikemukakan sebagai berikut:
Pengajaran (Instruktur)
Lebih menekankan pada penguasaan wawasan dan pengetahuan tentang bidang atau program tertentu seperti pertanian, kesehatan dll
Makan waktu relatif pendek
Metode lebih bersifat rasional dan teknik praktis
Pendidikan (Education)
Lebih menekankan pada pembentukan manusia nya (penanaman sikap dan nilai-nilai)
Makan waktu Realatif Panjang
Metode lebih bersifat psikologis dan pendekatan manusiawi
Pengajaran dan Pendidikan adalah sebagai berikut :
a. Pengajaran dan pendidikan dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Masing-masing saling mengisi
b. Pembedaan dilakukan hanya untuk kepentingan analisis agar masing-masing dapat dipahami lebih baik.
c. Pendidikan modern lebih cenderung mengutamakan pendidikan, sebab pendidikan membentuk wadah, sedangkan pengajaran mengusahakan isinya.
6. Pendidikan Prajabatsn (Preservice Education) dan Pendidikan dalam Jabatan
Pendidikan Prajabatan berfungsi memberikan bekal secara formal kepada calon pekerja dalam bidang tertentu dalam periode waktu tertentu. Pendidikan dalam jabatan bermaksud memberikan bekal tambahan kepada orang-orang yang telah bekerja berupa penataran, kursus – kursus, dll.Pendidikan Prajabat hanya memberikan bekal dasar, sedangkan bekal praktis yang siap pakai diberikan oleh pendidikan dalam jabatan.
7. Pendidikan Formal, non – formal, dan Informal sebagai sebuah Sistem
Pendidikan Formal (PF) yang sering disebut pendidikan persekolahan , berupa rangkaian jenjang pendidikan yang telah baku. Mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Perguruan Tinggi (PT). menurut UU No.2 tahun 1989 tentang Sistem Poendidikan Nasional, setiap warga Negara diwajibkan mengikuti pendidikan Normal minimal sampai tamat SMP.
Hal-hal faktor pendorong perkembangan pendidikan non formal :
Semakin banyaknya jumlah angkatan muda yang tidak dapat melanjutkan sekolah
Lapangan kerja, khususnya Sector Swasta , mengalami perkembangan cukup besar dan pesat ketimbang perkembangan Sektor Pemerintahan.
Dapat disimpulkan bahwa pendidikan formal, non formal, dan informal ketiganya hanya dapat dibedakan tetapi sulit dipisah-pisahkan karena keberhasilan pendidikan dalam arti terwujudnya keluaran pendidikan yang berupa sumber daya manusia sangat tergantung kepada sejauh mana ketiga sub- system tersebut berperan.
Keimpulan :
Pendidikan sebagai system merupakan himpunan komponen yang saling berkaitan dan berhubungan asatu sama lain, yang bertujuan untuk mencapai suatu tujuan. Dimana tujuan itu tidak akan tercapai jika komponen yang tersedia hilang atau tidak ada, dan tujuan juga tidak akan tercapai jika komponen tersebut memilki kelemahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan isi disini